Perkembangan awal kasus Covid-19 pada 2 Maret-2 Juni 2020 di Indonesia
Saat ini, sebagian besar negara di dunia sedang terdampak musibah besar oleh pandemi Covid-19 atau virus Corona, yang bermula dari negara China pada akhir tahun 2019. Termasuk di Indonesia.
Diawali dengan presiden Jokowi Widodo mengumumkan secara resmi kasus pertama Covid-19 di Indonesia pada tanggal 2 Maret 2020. Dua warga asal Depok yang positif Covid-19 tersebut mengadakan kontak langsung dengan warga negara Jepang yang datang ke Indonesia.
Pada 11 Maret 2020 untuk pertama kalinya warga negara Indonesia meninggal akibat Covid-19. Korban yang meninggal di Solo adalah seorang laki-laki berusia 59 tahun, diketahui sebelumnya menghadiri seminar di Kota Bogor, Jawa Barat pada tanggal 25-28 Februari 2020. Hingga Rabu, 11 Maret 2020 siang, jumlah kasus Covid-19 yang telah dikonfirmasi ada 27 orang.
Di minggu yang sama, kasus 01 dan 03 dinyatakan sembuh. Kedua kasus yang resmi dinyatakan sembuh dan boleh meninggalkan rumah sakit pada 13 Maret 2020 itu adalah pertama kali pengidap Covid-19 di Indonesia. Kasus 02 yang berusia lanjut yakni 64 tahun, juga berhasil sembuh.
Hingga Rabu 2 Juni 2020 angka kasus Covid-19 di Indonesia terus meningkat sampai 27.549 orang yang dinyatakan positif Covid-19, sembuh 7.935 kasus, dan meninggal 1.663 kasus.
Hingga Rabu 2 Juni 2020 angka kasus Covid-19 di Indonesia terus meningkat sampai 27.549 orang yang dinyatakan positif Covid-19, sembuh 7.935 kasus, dan meninggal 1.663 kasus.
Dampak Ekonomi
Terhitung sudah tiga bulan Indonesia dilanda pandemi COVID-19 sejak kasus pertama diumumkan, yaitu pada tanggal 2 Maret 2020. Selama tiga bulan tersebut, banyak sekali peristiwa yang dialami Indonesia dalam berbagai aspek. Termasuk dalam bidang Ekonomi.
Imbas COVID-19, kemiskinan di Indonesia diprediksi naik hingga mencapai 12 persen. Selain itu, tingkat inflasi di Indonesia diproyeksi naik ke level 3 persen.
Berikut dampak dari pandemi Covid-19 terhadap perekonomian di Indonesia :
1. sektor industri
- menghambat proses produksi.
- menurunnya produksi sehingga perusahaan bisa mengalami kerugian yang berujung PHK.
- meningkatnya daya beli produk lokal
- meningkatnya daya beli produk lokal
2. mata uang
Virus Corona dapat menempel pada benda, uang adalah salah satunya. Ini adalah alasan mengapa uang digital akan meningkat karena uang digital tidak bisa dipegang atau disentuh sehingga tidak akan menyebabkan terjadinya penularan virus, beda halnya dengan uang fisik (kertas dan logam) yang bisa dipegang, tentu ini akan menyebabkan terjadinya penyebaran virus. Ini mengakibatkan nilai tukar dollar AS meningkat.
Dampak Politik
Pemerintah Indonesia memberlakukan keadaan “Darurat Sipil” jika keadaan semakin memburuk, namun menurut beberapa pihak “Darurat Sipil” akan menciptakan ketakutan yang bisa berujung kekacauan. Hal ini juga akan menimbulkan pemerintah campur antara demokrasi dan otoritarian yang akan menyebabkan indeks demokrasi anjlok dan cacat.
