KORANSINDO Hal 8 Metropolitan
Selasa, 22 Oktober 2019
Berita I
✨Penataan Trotoar Fokus di Stasiun MRT dan Halte ✨
Sumber : Dinas Bina Marga DKI Jakarta
Fakta peristiwa :
JAKARTA - Penataan jalur bagi pedestarian atau trotoar di DKI Jakarta tahun depan akan difokuskan di sekitar stasiun dan halte. Total panjang trotoar yang dibangun mencapai 103,7 kilometer.
Fakta pendapat :
🔹"Trotoar tadi mengintegrasikan MRT, LRT, BRT, hingga KRL commuter line. Selain kita bangun di arterinya, kita juga akan buat jalan kolektornya. Jadi, dari rumah mereka jalan ke trotoar lanjut ke MRT. Kami harap dari jalan kolektor masuk ke arteri mereka bisa berjalan dengan nyaman masuk MRT."
Ujar Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Harri Nugroho.
"Penataan tergantung wilayah masing-masing. Kalau kita bicara di Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) rata-rata diamanatkan 60 km per tahun. Dengan panjang trotoar 2600 km itu dibutuhkan waktu 50 tahun, kelamaan. Kita mungkin revisi rencana strategis nya minimal harus nya 100 km per tahun jadi sekitar 20 tahun trotoar di DKI sudah nyaman dan ideal bagi pejalan kaki." Ucapnya.
🔹"Jalan yang belum ada trotoar masih banyak. Pemprov DKI belum mau membangun akses bagi pejalan kaki." kata ketua koalisi pejalan kaki Ahmad Syafrudin
"Trotoar dan fasilitas pejalan kaki idealnya harus ada. Trotoar tidak perlu mewah. Cukup sederhana, namun memenuhi syarat agar walkable (mudah diakses oleh siapapun, termasuk anak-anak, lansia, penyandang disabilitas), permukaan kesat, tidak patah-patah dan penuh rintangan atau lubang, serta menyuruh ke berbagai pelosok kota." Ungkap Ahmad.
Berita II
✨Tertibkan Parkir Liar di Jakbar✨
Fakta peristiwa :
JAKARTA - Parkir liar di Tanjung Duren, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, semakin menjadi. Ratusan kendaraan, baik mobil maupun sepeda motor, setiap hari parkir sembarangan di kawasan itu persisnya di bahu jalan. Pungutan sebesar Rp10.000 untuk mobil dan Rp5.000 untuk motor ditarik oleh beberapa juru parkir.
Fakta Pendapat :
🔹"Kami menyayangkan tarif yang cukup mahal untuk parkir kurang dari 1 jam. Lebih baik sekalian saja ditertibkan." kata Elga (28) pemilik motor yang memarkirkan kendaraan di Tanjung Duren, Jakarta Barat. "Kalau juru parkir resmi pasti pakai baju seragam." Tambahnya.
🔹"Jangan gila main netapin harga. Kami tidak menarik retribusi di kawasan itu. Itu jelas liar." kata kepala Satpel Perparkiran Jakarta Barat Bona Tonggam.
🔹"Yang jelas, kalau sudah resmi kita tangani. Saat ini buktinya pendapatan retribusi parkir meningkat." Juru Bicara UP Perparkiran Dinas Perhubungan DKI Jakarta Ivan Valentino.
